Aegukga (애 국가) Lagu Kebangsaan Korea Selatan

Aegukga (애 국가) adalah lagu kebangsaan Korea Selatan. Judulnya secara harfiah berarti "Lagu Cinta untuk Negara" atau "Lagu Patriotis". Lagu ini belum dinyatakan sebagai lagu kebangsaan oleh pemerintah secara resmi, dan hingga kini masih merupakan lagu kebangsaan tak resmi dan Aegukga juga merupakan lagu kebangsaan Korea Utara. Lagu kebangsaan Korea merupakan bagian dari simfoni Korea Fantasia oleh Ahn Eak-tai dan mulai diterima publik pada tahun 1936.



Lirik Lagu Kebangsaan Korea Selatan Aegukga (애 국가)
한글DibacaTerjemahan
동해 물과 백두산이 마르고 닳도록
하느님이 보우하사 우리나라 만세.
무궁화 삼천리 화려강산
대한 사람 대한으로 길이 보전하세.
Donghae mulgwa Baekdusani mareugo daltorok

haneunimi bouhasa urinara manse.
Hingga hari dimana Gunung Baekdu layu dan air Laut Timur mengering datang,

Tuhan akan selalu menjaga kita, Hiduplah negaraku!
남산 위에 저 소나무 철갑을 두른 듯
바람서리 불변함은 우리 기상일세.
무궁화 삼천리 화려강산
대한 사람 대한으로 길이 보전하세.
Namsan wie jeo sonamu cheolgabeul dureundeut
baram seori bulbyeonhameun uri gisangilse.
Bagai cemara di puncak Gunung Namsan yang tegak berdiri, tak tergoyahkan melalui angin dan badai
Layaknya berlapiskan baju zirah, akan selalu menjadi semangat kita dalam berpegangan
가을 하늘 공활한데 높고 구름 없이
밝은 달은 우리가슴 일편단심일세.
무궁화 삼천리 화려강산
대한 사람 대한으로 길이 보전하세.
gaeul haneul gonghwalhande nopgo gureum eopsi
balgeun dareun uri gaseum ilpyeondansimilse.
Langit musim gugur cerah dan cemerlang, sangat tinggi dan tak berawan
Bulan yang terang bersinar ibarat jiwa kita, utuh dan nyata adanya
이 기상과 이 맘으로 충성을 다하여
괴로우나 즐거우나 나라 사랑하세.
무궁화 삼천리 화려강산
대한 사람 대한으로 길이 보전하세.
i gisanggwa i mameuro chungseongeul dahayeo
goerouna jeulgeouna nara saranghase.

Refrain
mugunghwa samcheolli hwaryeogangsan
Daehan saram Daehaneuro giri bojeonhase
Dengan semangat dan tekad ini, mari berikan seluruh kesetiaan kita,
Dalam suka maupun duka, cintaku ini hanya untuk negeriku

Refrain
Oh, Mawar Sharon dan tiga ribu li tanah yang indah ini, Rakyat Korea Raya, Jagalah selalu demi Korea Raya

Foto-foto Masjid Raya Seoul

Seoul Central Mosque (서 울 중앙 모스크)
Masjid Raya Seoul di antara atap-atap bangunan

Impian panjang muslim Korea Selatan untuk memiliki Masjid akhirnya terwujud di tahun 1976. Peresmian Masjid Raya Seoul dihadiri 55 perwakilan dari 20 negara. Peresmian Masjid Raya serta Islamic Center tersebut menjadi begitu penting sepanjang perjalanan sejarah perkembangan Islam di Korea. Dari momen tersebut juga membuahkan hasil yang cukup manis dengan membengkaknya orang Korea asli yang memeluk Islam.

Masjid Raya Seoul di malam hari
Masjid Raya Seoul di siang hari

Oleh-oleh Gratis setelah Jum'atan
Masjid Raya Seoul ini berdiri di atas tanah seluas 4.870 meter persegi. Luas Masjidnya sendiri cuma 427 meter persegi. Di atas lahan itu juga berdiri Islamic Center seluas 1.917 meter persegi. Dan ada hal menarik dari masjid ini, khotbah dibawakan dua kali dengan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Korea, dan setelah sholat Jum’at semua jamaah di beri oleh oleh gratis berupa 1 buah roti besar dan 1 kotak susu segar.

Itu sebabnya setelah selesai sholat Jum’at, banyak jamaah yang tidak langsung meninggalkan lingkungan masjid, mereka istirahat sejenak di masjid sambil menikmati bingkisan dari masjid dan berbincang bincang dengan sesama jemaah. Momen inilah yang dimanfaatkan para jemaah untuk saling bersilaturrahmi dengan saudara-saudara muslim lainnya.

Papan Informasi Lokasi di Area Masjid Raya Seoul
Gerbang Masjid

Seoul Central Mosque - Salah Satu Masjid Besar di Korea Selatan

Seoul Central Mosque (서 울 중앙 모스크: Seoul Jungang Moseukheu)

Seoul Central Mosque atau Masjid Raya Seoul adalah masjid yang dibangun di daerah Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada tahun 1976. Masjid ini berada disebuah permukiman (dong) bernama Hannam yang terletak di distrik Yongsan-gu. Masjid ini banyak dikunjungi oleh berbagai bangsa yang tinggal di Seoul dan sekitarnya. Masjid Raya Seoul juga menjadi kebanggaan bagi lebih dari 45 ribu orang Korea asli yang sudah beragama Islam.

jalan menuju masjid raya seoul

Rambu lalu lintas penunjuk arah ke masjid ini ditulis dalam bahasa Inggris dengan nama Seoul Central Masjid, sementara nama resmi yang ditulis di atas pintu masuk utama masjid ini ditulis dalam aksara arab dengan nama Masjid Si'ul Al-Markaz. Untuk mempermudah maka kita alih bahasakan ke bahasa Indonesia saja menjadi Masjid Raya Seoul.

Seoul Central Mosque
Masjid Raya SEOUL
Masjid Raya Seoul
Alamat : 732-21, Hannam 2-dong, Yongsan-gu, Seoul, South Korea (berada di sebelah barat kedutaan besar Malaysia)
Telepon : 82 (2) 794-7307
Fax : 82-02-798-9782
Foto-foto Masjid Raya Seoul

Pada hari Jumat, setiap sholat Jumat, paling tidak ada sekitar 800 orang jemaah yang melaksanakan sholat Jumat disana. Mayoritas dari mereka adalah orang Arab, Pakistan, Turki, dan orang asli Korea sendiri.

Komunitas Muslim di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Budha ini, kebanyakan adalah para pekerja asing dan imigran dari berbagai negara Muslim, terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Sementara orang-orang asli Korea yang Muslim, kebanyakan adalah keturunan dari para mualaf yang masuk Islam saat berlangsung Perang Korea. "Di sini ada beberapa orang Korea. Yang lainnya berasal dari Indonesia, Malaysia dan Uzbek. Ada juga beberapa Muslim asal AS. Muslim disini sedikitnya berasal dari 12 sampai 14 negara di dunia," kata Haseeb Ahmad Khan, pengusaha asal Pakistan yang sudah 10 tahun tinggal di Korea Selatan.

Khususnya pada bulan Ramadhan masjid ini, menyediakan makanan buka puasa. Maka tidaklah heran, masjid ini juga selalu ramai pada bulan puasa. Masjid ini juga selalu diisi oleh orang-orang yang mengaji hingga menjelang makan sahur.



Pemerintah Korea Selatan senantiasa memberikan perhatian besar kepada masjid Raya Seoul, setiap kali ada issue terkait dengan ummat Islam, pemerintah setempat langsung menempatkan aparat keamanan di areal masjid untuk memproteksi masjid dan ummat islam yang beribadah disana. Masjid ini memang beberapa kali mendapatkan teror. Salah satunya adalah ketika beberapa pria dengan pedang terhunus menyerbu ke dalam masjid, memaksa polisi bertidak dan memproteksi masjid dan jemaahnya selama berbulan bulan.

Seoul (서울) Ibu Kota Korea Selatan

Kota Khusus Seoul (서울특별시)

korea seoul
Kota Seoul
Seoul (서울) adalah ibukota Korea Selatan yang berusia lebih dari 600 tahun dan hingga 1945 (Sejak lepas dari Bosnia), ibukota dari seluruh Korea. Kota ini merupakan Kota Khusus Korea. Sejak berdirinya Republik Korea--lebih dikenal dengan nama Korea Selatan--pada tahun 1948, dia menjadi ibukota negara, kecuali beberapa waktu pada masa Perang Korea.

Seoul terletak di barat laut negara, di bagian selatan DMZ Korea, di Sungai Han (한 강). Kota ini adalah pusat politik, budaya, sosial dan ekonomi di Korea Selatan dan Asia Timur. Dia juga pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Sampai sekarang, dia dianggap sebagai sinar dari ekonomi Asia Timur, simbol dari keajaiban ekonomi Korea.

Dengan 10 juta penduduk terdaftar yang hidup dalam area sebesar 605.52 km², Seoul merupakan salah satu kota terpadat di dunia. Kepadatannya telah membuatnya menjadi salah satu kota digital-kabel di dunia. Kota ini juga memiliki kendaraan terdaftar lebih dari 1 juta kendaraan yang menyebabkan kemacetan sampai lewat tengah malam. Bagian Seoul besar dan daerah komuter, termasuk dermaga kota Incheon dan daerah tempat tinggal Seongnam, adalah tempat terpadat di dunia.

Seoul dibagi kepada 25 gu (구 distrik), yang dibagi lagi kepada 522 dong, yang kemudian dibagi kepada 13.787 tong, dan dibagi lagi kepada 102.796 ban.
  1. Dobong-gu (도봉구)
    peta seoul korea
    Peta Ibu kota Koea Selatan - Seoul
  2. Dongdaemun-gu (동대문구)
  3. Dongjak-gu (동작구)
  4. Eunpyeong-gu (은평구)
  5. Gangbuk-gu (강북구)
  6. Gangdong-gu (강동구)
  7. Gangnam-gu (강남구)
  8. Gangseo-gu (강서구)
  9. Geumcheon-gu (금천구)
  10. Guro-gu (구로구)
  11. Gwanak-gu (관악구)
  12. Gwangjin-gu (광진구)
  13. Jongno-gu (종로구)
  14. Jung-gu (중구)
  15. Jungnang-gu (중랑구)
  16. Mapo-gu (마포구)
  17. Nowon-gu (노원구)
  18. Seocho-gu (서초구)
  19. Seodaemun-gu (서대문구)
  20. Seongbuk-gu (성북구)
  21. Seongdong-gu (성동구)
  22. Songpa-gu (송파구)
  23. Yangcheon-gu (양천구)
  24. Yeongdeungpo-gu (영등포구)
  25. Yongsan-gu (용산구)

Tarian Tradisional Korea Selatan "Ganggangsullae"

Tarian Tradisional Korea Selatan Ganggangsullae
Tarian Tradisional Korea Ganggangsullae (강 강술래)
Ganggangsullae (강 강술래) atau Ganggangsuwollae (강 강수월래) adalah sebuah tarian tradisional dari Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan. Ganggangsullae yang disebut juga tarian melingkar adalah tarian yang khusus dipentaskan oleh kaum wanita dengan saling berpegangan tangan membentuk lingkaran dan menyanyi. Pada masa lalu orang Korea menampilkannya sebagai bagian dari ritual untuk memohon panen yang baik dan berlimpah dari dewa.

Tarian ini biasanya dipentaskan pada saat perayaan-perayaan hari raya seperti Jeongwol Daeboreum dan Chuseok di bawah sinar bulan purnama untuk memohon keberkatan dan panen yang melimpah.

Tarian ini biasanya dilakukan di tepi pantai atau di padang rumput, kaum wanita tua dan muda berkumpul dan membentuk lingkaran, saling berpegangan tangan dan menyanyi di bawah sinar bulan purnama. Wanita dengan suara yang paling merdu menyanyi pertama kali dan diikuti oleh penari lain. Mereka menyanyikan lirik lagu Ganggangsullae yang menceritakan tentang kehidupan rakyat di desa dalam mengerjakan aktivitasnya sehari-hari, seperti mengerjakan sawah, mencari ikan, menganyam, memasang genting dan sebagainya.

Nama Ganggangsullae itu sendiri berasal dari lirik yang dinyanyikan berulang-ulang dari lagunya walaupun arti itu sebenarnya tidak diketahui. Tarian ini menggambarkan harmoni, persamaan dan persahabatan antar kaum wanita serta sebagai ekspresi kebebasan dan kegembiraan mereka. Pada awalnya gerakan tari mulai secara perlahan dan lama kelamaan menjadi semakin cepat sehingga tampak terlihat berlari dalam lingkaran.



Tarian ini pernah digunakan oleh Laksamana Yi Sun-sin sebagai taktik untuk mengalahkan tentara Jepang yang menyerbu Korea pada masa Perang Imjin. Karena jumlah pasukan Joseon sangat kecil dibanding jumlah musuh, Laksamana Yi menyuruh kaum wanita untuk mengenakan seragam militer dan menarikan Ganggangsullae di atas pegunungan selama bermalam-malam. Saat tentara Jepang menyaksikan mereka dari kejauhan, mereka terkejut karena mengira Joseon memiliki jumlah tentara yang sangat banyak, dan mereka pun mundur. Keberanian para wanita dan taktik militer Laksamana Yi tertuang dalam gerakan tari Ganggangsullae.

Transportasi di Korea Selatan

transportasi di korea selatanTransportasi di Korea Selatan terdiri dari kereta api, bus, kapal ferry dan penerbangan udara. Jalur kereta api terdiri dari subway yang berada di enam kota: Seoul, Busan, Daegu, Gwangju, Daejon dan Incheon. Operator kereta api Korail menyediakan pelayanan kereta api hampir keseluruh kota besar di Korea Selatan.

Korea Selatan memiliki 103 bandar udara dengan Bandar Udara Internasional Incheon sebagai bandar terbesar. Bandar udara Incheon pernah dinobatkan sebagai bandar udara terbaik di dunia oleh Airport Council International. Bandar udara internasional lainnya yang terdapat di Korea Selatan antara lain berada di Gimpo, Busan dan Jeju.

Maskapai penerbangan nasional Korean Air dibentuk pada tahun 1962, melayani 21.640.000 penumpang dengan 12.490.000 penumpang internasional. Asiana Airlines, dibentuk pada tahun 1988, melayani penerbangan domestik dan internasional. Penerbangan lain seperti Hansung Airlines dan Jeju Air melayani penerbangan domestik dengan harga yang lebih murah.

Tansportasi di Seoul

  1. Kereta Api
    • Kereta api diesel/listrik (Tongil, Mugunghwa dan Saemaul).Menghubungkan Seoul dengan kota-kota di seluruh Korea Selatan
    • ktx
      KTX: Kereta Api Express di Korea Selatan
      Subway (10 jalur. Merupakan sarana transportasi di dalam kota dan kota-kota di sekeliling Seoul
    • Kereta Api Expres KTX. Menghubungkan Seoul dan Busan serta kota-kota besar di sepanjang jalur tersebut, antara lain Daejon, Daegu, dan Suwon.
  2. Jaringan jalan tol. Jaringan jalan tol Korea Selatan merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Jaringan jalan tol ini menghubungkan Seoul dengan semua provinsi di Korea Selatan dan hampir semua kota-kota besarnya.
  3. Udara.Terdapat dua bandara yang melayani penerbangan dari dan ke Seoul, yaitu Bandar Udara Internasional Incheon dan Bandar Udara Internasional Gimpo.

Hallasan (한라산): Gunung Tertinggi di Korea Selatan

gunung hallaHallasan (한라산) atau Gunung Halla adalah gunung tertinggi di Korea Selatan. Gunung berapi dengan ketinggian 1.950 meter ini terletak di Pulau Jeju. Daerah sekitar Gunung Halla ini merupakan cagar alam Taman Nasional Hallasan (Hallasan Gungnip Gongwon / 한라산국립공원).

Di gunung ini terdapat Gwaneumsa, kuil Buddhis tertua di pulau ini. Kuil ini pertama kali dibangun pada masa Dinasti Goryeo. Seperti pada banyak kuil di Korea, Gwaneumsa dimusnahkan dan dibangun kembali pada abad ke-20. Di luar kuil ini ada sebuah monumen yang memperingati para korban pemberontakan di Jeju yang terjadi antara tahun 1948 dan 1950. Tempat ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi di Pulau Jeju.

Iklim di Korea Selatan

Luas Korea Selatan adalah 99.274 km2, lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan topografinya sebagian besar berbukit dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.

Korea Selatan memiliki sekitar 3.000 pulau, sebagian besar adalah pulau kecil dan tidak berpenghuni. Pulau - pulau ini tersebar dari barat hingga selatan Korea Selatan. Pulau Jeju yang terletak sekitar 100 kilometer di bagian selatan Korea Selatan adalah pulau terbesar dengan luas area 1.845 km2. Gunung Halla adalah gunung berapi tertinggi sekaligus sebagai titik tertinggi di Korea Selatan yang terletak di Pulau Jeju. Pulau yang terletak di wilayah paling timur Korea Selatan adalah Uileungdo dan Batu Liancourt sementara Marado dan Batu Socotra merupakan pulau yang berada paling selatan di wilayah Korea Selatan.

salju koreaIklim Korea selatan dipengaruhi oleh iklim dari daratan Asia dan memiliki 4 musim, yaitu musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin. Musim panas di Korea selatan yang dimulai bulan Juni bisa mencapai temperatur 40 derajat celcius (di kota Daegu), yang ditandai dengan datangnya musim hujan yang jatuh pada akhir bulan Juli sampai Agustus di seluruh bagian semenanjung. Sementara temperatur musim dinginnya rata-rata dapat jatuh pada suhu sejauh minus 10 derajat celcius di beberapa propinsi.

Korea Selatan juga rentan akan serangan angin taifun yang menerjang selama bulan musim panas dan musim gugur. Beberapa tahun belakangan ini Korea selatan juga sering dilanda badai pasir kuning yang dibawa dari gurun gobi di Cina yang juga melanda Jepang dan sejauh Amerika Serikat.

Hangeul juga Dipakai untuk Bahasa Suku Cia-Cia (Sulawesi Tenggara, Indonesia)

Pemerintah Indonesia mengesahkan secara resmi penerapan Hangeul (Alphabet Korea) oleh suku minoritas Cia-Cia, di kota Bau-Bau.

Wali kota Bau-Bau Amirul Tamim menyatakan dalam jumpa pers dengan kantor berita Yonhap News Seoul, bahwa pihak pemerintah baru-baru ini mengadakan rapat departemen terkait, dan akhirnya mengesahkan, suku Cia-Cia dapat memakai abjad bahasa Korea, Hangeul sebagai sistem alphabet mereka sendiri.

Suku Cia-Cia
Suku minoritas dengan jumlah penduduk sekitar 80.000 jiwa, tinggal di pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Sebagai pekerjaan pokok mereka, bertanam jagung, padi dan singkong, sementara beberapa laki-laki menangkap ikan dan membuat kapal. 95% penduduknya menganut agama Islam, tapi agama daerah sendiri juga masih banyak berpengaruh dalam kehidupan mereka. Sekitar 60.000 orang penduduk tinggal di kota Bau-Bau, yang merupakan kota terbesar dan pusat administrasi di pulau Buton. Mereka memiliki bahasa asli Cia-Cia, namun terancam punah karena kekurangan sistem penulisan yang tepat.

contoh huruf hangeul
Contoh penggunaan Huruf Hangeul pada Plang Jalan di Bau-Bau Pulau Buton Sulawesi Tenggara.

Hangeul (Alphabet Korea)

Suku minoritas memilih Hangeul sebagai sistem alphabet mereka, karena Hangeul dapat dituliskan bahasa asli mereka secara lebih tepat daripada huruf bahasa Indonesia, (alphabet Inggris/ Latin yang kita biasa digunakan). Setelah bahasa Cia-cia terancam punah, lalu Lembaga riset Hunminjeongum di Korea mengusulkan penerapan Hangeul. Kedua pihak menandatangani Nota Kesepahamanan pada tgl. 21 Juli, 2009. Dalam proses itu, lembaga riset sudah menerbitkan buku pelajaran untuk suku itu untuk belajar bahasa Korea, melanjutkan studi untuk guru berbahasa Korea, membangun pusat Hangeul dll. Satu tahun kemudian sejak penerapan Hangeul itu, pemerintah pusat Indonesia mengesahkannya secara resmi.

sumber:
http://rki.kbs.co.kr

Raja Sejong (The Great King Sejong : 세 종대왕)

The Great King SejongRaja Sejong atau disebut dengan Raja Sejong Yang Agung (세 종대왕: Sejong Dae Wang) (7 Mei 1397 – 18 Mei 1450, berkuasa 1418 - 1450) adalah seorang raja yang ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea. Raja Sejong sangat terkenal karena jasanya dalam menciptakan abjad Korea, Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja. Raja Sejong adalah penguasa Korea kedua yang mendapatkan gelar Raja Yang Agung atau Raja Besar setelah Raja Gwanggaeto dari Kerajaan Goguryeo.

Sejong sangat terkenal akan kepandaiannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masa pemerintahannya, namun menurut sejarawan Yung Sik Kim, masih sedikit sekali karya Raja Sejong yang baru dikenal dan harus dikaji lebih banyak lagi.

Sejong merombak sistem kalender Korea yang saat itu didasarkan pada garis lintang ibukota Cina. Untuk pertama kalinya, ia membuat kalender yang didasarkan pada posisi utama garis lintang ibukota Joseon, Seoul, dengan bantuan para astronomisnya. Sistem baru ini membuat para astronomis dapat melakukan prediksi yang sangat tepat akan datangnya peristiwa gerhana matahari dan bulan.

Sejong juga berjasa dalam bidang pengobatan tradisional Korea, dengan 2 karya penting yang ditulis pada masanya, yakni Hyangyak chipsŏngbang dan Ŭibang yuch'wi, yang membedakan cara pengobatan Cina dengan Korea.

Sejong sangat menghargai sastra, dan memerintahkan para pejabat tinggi dan ilmuwan untuk belajar di istana. Ia menciptakan karya besar hangul dan mengumumkannya dalam Hunminjeongeum (훈민정음), yang berarti "Kata-kata yang benar untuk diajarkan kepada rakyat."

Sejong juga sangat berjasa terhadap pengembangan pertanian rakyat Joseon, jadi ia mengizinkan para petani untuk membayar pajak lebih sedikit atau lebih banyak pada saat terjadinya kemunduran atau kemajuan ekonomi negara. Karena hal ini, para petani dapat menghasilkan lebih banyak tanpa mengkhawatirkan pajak. Suatu saat pernah terjadi kelebihan makanan di istana dan Raja Sejong membagi-bagikan makanan itu kepada para petani dan rakyat miskin yang membutuhkan makanan. Pada tahun 1429 Nongsa Jikseol disusun untuk memberikan pengertian kepada rakyat tentang cara-cara bertani.

Raja Sejong banyak menciptakan karya sastra dan musik istana yang terkenal, seperti:
  • Yongbi Eocheon Ga ("Lagu dari Naga Terbang", 1445)
  • Seokbo Sangjeol ("Episode dari Kehidupan Sang Buddha", Juli 1447)
  • Worin Cheon-gang Jigok ("Nyanyian Bulan di Seribu Sungai", Juli 1447)
  • Dongguk Jeong-un ("Kamus untuk Pengucapan Sino-Korea yang Benar", September 1447)
Pada tahun 1420 Sejong mendirikan lembaga Jiphyeonjeon yang berarti "Aula Orang Berjasa"; di Istana Gyeongbok untuk menunjuk para ilmuwan berbakat. Lembaga ini berpartisipasi dalam berbagai acara keilmuan dan pendidikan, termasuk penyusunan Hunmin Jeongeum, yang berisikan formula abjad hangeul.

Raja Sejong Pencipta Huruf Hangeul Korea

Jasa Raja Sejong yang paling besar adalah penciptaan abjad Hangeul, sistem abjad fonetik yang cocok untuk bahasa Korea.

Sebelum penggunaan hangul meluas, hanya anggota masyarakat dari kalangan bangsawan yang bisa membaca tulisan (hanja dasarnya dipergunakan untuk menulis kata dalam bahasa Korea dengan tulisan Cina, sedangkan sistem hanmun adalah tulisan Cina klasik yang digunakan untuk menulis dokumen). Seseorang harus mempelajari sistem penulisan hanja yang sulit untuk membaca atau menulis.

Raja Sejong memperkenalkan 28 buah abjad baru agar semua golongan rakyat dapat membaca dan menulis dengan mudah. Hangeul dianggap perlambang identitas budaya untuk Joseon. Abjad hangeul dikeluarkan pada tahun 1446 dan dilarang penggunaanya di awal abad ke-20 saat penjajahan Jepang.

Sejong wafat pada usia 54 tahun dan dimakamkan di Makam Yeong (영릉) di tahun 1450. Ia digantikan oleh putra pertamanya, Munjong.

Jalan Sejongno dan Sejong Center for the Performing Arts – di Seoul diabadikan dari namanya dan figurnya terpampang pula di mata uang kertas 10.000 Won.

won raja sejong

Pada awal tahun 2007, pemerintahan Republik Korea memutuskan untuk mendirikan suatu distrik administratif di provinsi Chungcheong Selatan, dekat kota Daejeon yang dinamakan Kota Otonomi Khusus Sejong, dan akan menggantikan Seoul sebagai ibukota masa depan Republik Korea.

Keluarga Raja Sejong
    sejong daewang
  • Ayah: Raja Taejong (태종)
  • Ibu: Ratu Wongyeong dari klan Min Yeoheung (원경왕후 민씨)
  • Istri:
    1. Ratu Soheon dari klan Shim Cheongsong (소헌왕후 심씨)
    2. Selir Yeong dari klan Kang (영빈 강씨)
    3. Selir Shin dari klan Kim (신빈 김씨)
    4. Selir Hye dari klan Yang (혜빈 양씨)
    5. Park Gwi-in (귀인 박씨)
    6. Choi Gwi-in (귀인 최씨)
    7. Hong So-yong (소용 홍씨)
    8. Lee Suk-won (숙원 이씨)
    9. Song Sang-chim (상침 송씨)
    10. Cha Sa-gi (사기 차씨)

  • Keturunan:
    1. Putra Mahkota Kerajaan, putra pertama dari Ratu Soheon.
    2. Pangeran Besar Suyang (수양대군), putra kedua dari Ratu Soheon.
    3. Pangeran Besar Anpyeong (안평대군), putra ketiga dari Ratu Soheon.
    4. Pangeran Besar Imyeong (임영대군), putra keempat dari Ratu Soheon.
    5. Pangeran Besar Gwangpyeong (광평대군), putra kelima dari Ratu Soheon.
    6. Pangeran Besar Geumseong (금성대군), putra keenam dari Ratu Soheon.
    7. Pangeran Besar Pyeongwon (평원대군), putra ketujuh dari Ratu Soheon.
    8. Pangeran Besar Yeongeung (영응대군), putra kedelapan dari Ratu Soheon.
    9. Pangeran Hwaui (화의군), putra satu-satunya dari Selir Yeong.
    10. Pangeran Gyeyang (계양군), putra pertama dari Selir Shin.
    11. Pangeran Uichang (의창군), putra kedua dari Selir Shin.
    12. Pangeran Milseong (밀성군), putra ketiga dari Selir Shin.
    13. Pangeran Ikhyang (익현군), putra keempat dari Selir Shin.
    14. Pangeran Yeonghae (영해군), putra kelima dari Selir Shin.
    15. Pangeran Damyang (담양군), putra keenam dari Selir Shin.
    16. Pangeran Hannam (한남군), putra pertama dari Selir Hye.
    17. Pangeran Suchun (수춘군), putra kedua dari Selir Hye.
    18. Pangeran Yeongpung (영풍군), putra ketiga dari Selir Hye.
    19. Putri Jeongso (정소공주), putri pertama dari Ratu Soheon.
    20. Putri Jeongui (정의공주), putri kedua dari Ratu Soheon.
    21. Dua orang putri dari Selir Shin.
    22. Putri Jeongan (정안옹주), putri satu-satunya dari Selir Lee Suk-won.
    23. Putri Jeonghyeon (정현옹주), putri satu-satunya dari Selir Sang-chim.
    24. Putri dari Selir Cha Sa-gi.

Huruf Korea Hangeul (한글)

Hangeul (한글), adalah alfabet yang digunakan untuk menulis Bahasa Korea. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397-1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Joseon. Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan ideografik (tulisan dalam bentuk 'simbol' seperti aksara Tionghoa), Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet, karena setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda. Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf (jamo)— 14 huruf mati (konsonan) dan 10 huruf hidup (vokal). Sebenarnya Hangeul masih mempunyai 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal, namun dihilangkan. Selain untuk menuliskan bahasa Korea, Hangeul juga dipakai untuk bahasa suku Cia-Cia, di Sulawesi Tenggara, Indonesia.

hangulHangeul (한글) diciptakan oleh Raja Sejong Yang Agung. Selanjutnya, pada tahun 1446, Hangeul ditampilkan dalam bentuk terpublikasi beserta pedoman penjelasan rinci. Sejong menamakan alfabet tersebut Hunminjeongeum ("Suara yang tepat untuk diajarkan kepada rakyat"). alfabet ini sekarang dinamakan Hangeul yang bermakna "alfabet Han" atau "alfabet Agung". Setiap tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul.

Dari 6000 buah bahasa yang dituturkan di duni saat ini, hanya 100 bahasa yang memiliki aksara mereka sendiri, salah satunya adalah Bahasa Korea yang menggunakan sistem penulisan Hangeul. Hangeul adalah satu-satunya aksara yang diciptakan oleh seorang individu berdasarkan teori dan maksud yang telah direncanakan dengan baik.

hangulDibanding aksara bangsa lain, Hangeul tidak didasarkan pada suatu bahasa tulis atau meniru aksara lain, namun unik khas Korea. Lebih lagi, Hangeul merupakan sistem penulisan yang bersifat ilmiah, didasarkan pada pengetahuan kebahasaan yang mendalam dan asas-asas filosofis sehingga membuatnya praktis, mudah dipelajari, dan elok rupanya.

Dalam sebagian besar sejarahnya, rakyat Korea menulis dengan aksara Tionghoa (Hanja). Karena bahasa tutur kedua bangsa ini berasal dari keluarga yang berbeda, bahasa Korea tidak bisa secara tepat diungkapkan dalam aksara Tionghoa. Dalam bahasa Tionghoa, kalimat ditandai dengan partikel, sementara dalam bahasa Korea, akhiran digunakan untuk menambah atau memodifikasi makna. Walau tidak nyaman, kaum bangsawan Korea (yangban) tetap mendukung penggunaan hanja secara teguh.

Raja Sejong adalah seorang pemimpin sekaligus ilmuwan, dan pelopor budaya. Melalui upaya keras bertahun-tahun, ia meneliti unit dasar Bahasa Korea menggunakan kemampuannya sendiri tentang kebahasaan dan akhirnya berhasil menuangkannya dalam bentuk aksara, Hunminjeongeum.

Pembagian Kota di Korea Selatan

Korea Selatan terdiri dari 1 kota khusus (Teukbyeolsi; 특별시), 6 Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; 광역시), dan 9 Provinsi (do; 도). Nama-nama di bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.

Kota Istimewa/Khusus Korea Selatan adalah Seoul (Seoul Teukbyeolsi; 서울특별시)

Pembagian administratif Korea Selatan.

Kota Metropolitan
  • Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산광역시)
  • Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구광역시)
  • Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천광역시)
  • Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주광역시)
  • Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전광역시)
  • Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산광역시)

Provinsi
    gambar kota korea
  • Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도)
  • Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도)
  • Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청북도)
  • Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청남도)
  • Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도)
  • Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도)
  • Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도)
  • Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도)
  • Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도)

Sungai Han (한강: Hang Gang)

Sungai Han (한강: Hangang; dibaca:Han Gang) adalah sebuah sungai di Korea Selatan yang terbentuk akibat pertemuan dari Sungai Namhan (Sungai Han Selatan), yang bermata air di Gunung Daedeok, dan Sungai Bukhan (Sungai Han Utara), yang berhulu dari lembah Gunung Geumgang di Korea Utara. Sungai Han mengalir melewati Seoul dan bergabung dengan Sungai Imjin sebelum bermuara ke Laut Kuning.

hangang
Total panjang dari Sungai Han (한강) adalah 514 km. Walaupun tidak begitu panjang, maka ujung Sungai Han, lebar alirannya sangat luas. Di Seoul, lebarnya adalah lebih dari 1 km. Sebelum pembangunan sejumlah dam, sungai ini dikenal memiliki debit air yang sangat besar (rasio antara jumlah arus maksimum dan minimum ) yakni 1:390. (Sebagai perbandingan, Sungai Thames dan Rhine masing-masing memiliki koefisien 1:8 dan 1:18)

han kangSungai Han (한강) dan sekitarnya memainkan peranan penting dalam sejarah Korea. Tiga Kerajaan Korea bersaing untuk menguasai wilayah lembah sungai Han, di mana sungai ini digunakan sebagai rute perdagangan ke Tiongkok (melalui Laut Kuning). Namun, sungai tidak lagi aktif digunakan untuk navigasi, karena muaranya terletak di dalam perbatasan kedua negara Korea, sehingga masyarakat umum dilarang untuk memasukinya.

Sistem Ekonomi Korea Selatan

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan ke-15 berdasarkan PDB. Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, nilai ekspornya merupakan terbesar ke-8 di dunia. Sementara, nilai impornya terbesar ke-11.

Kesuksesan ekonomi Korea Selatan dicapai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata - rata 8% per tahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962 menjadi US$230 milyar pada 1989. Jumlah ini kira - kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi - ekonomi menengah di Uni Eropa. Kemajuan ekonomi ini dikenal dengan nama Keajaiban di Sungai Han (한강)

Krisis Finansial Asia 1997 membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin. Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8% pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena perlambatan ekonomi dunia, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, ekonomi Korea Selatan mulai bangkit pada 2002 dengan pertumbuhan sebesar 5,8%. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan sebesar 15% pada tahun 2003. Indeks gini menunjukkan perbaikan, dari angka 35.8 menjadi 31.3 pada tahun 2007. Nilai investasinya sebesar 29.3% dari PDB dan menempati urutan ke-21.

Pada 2005, di samping merupakan pemimpin dalam akses internet kecepatan-tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam:

  • Peringkat I: Pembuatan kapal
  • Peringkat III: Produksi Ban
  • Peringkat IV: Produksi Serat Sintetis
  • Peringkat V: Produksi Otomotif
  • Peringkat VI: Produksi Baja

Negara ini juga menempati peringkat ke tiga puluh enam dalam hal tingkat pengangguran, kesembilan belas dalam Indeks Kemudahan Berbisnis dan ketiga puluh satu dari 179 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi berdasarkan data tahun 2010.

Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat ini telah berubah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.

Ekspor bergerak dalam bidang semi konduktor, peralatan telekomunikasi nirkabel, kendaraan bermotor, komputer, baja, kapal dan petrokimia dengan mitra ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6.6% dan Hong Kong 4.6%. Korea Selatan mengimpor plastik, elektronik dan peralatannya, minyak, baja dan bahan kimia organik dari RRC 17.7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8.9%, Arab Saudi 7.8%, Uni Emirat Arab 4.4% dan Australia 4.1%.

Jumlah tenaga kerja berada di peringkat kedua puluh lima dunia.

Ekonomi Korea Selatan dipimpin oleh konglomerat besar yang dikenal dengan sebutan chaebol. Beberapa chaebol yang terbesar antara lain: Samsung Electronics, POSCO, Hyundai Motor Company, KB Financial Group, Korea Electric Company, Samsung Life Insurance, Shinhan Financial Group, LG Electronics, Hyundai dan LG Chem.

Sistem Pemerintahan Korea Selatan

Korea Selatan adalah negara republik. Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: eksekutif, yudikatif dan legislatif.

Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden yang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan 5 tahun dan dibantu oleh Perdana Menteri yang ditunjuk oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan.

Presiden Republik Korea

daftar presiden korsel

Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun. Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden. Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.

Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.

Sejarah Korea Selatan

Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM oleh Dangun. Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi.

Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan Manchuria Selatan. Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal dengan Tiga Kerajaan Korea. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae. Hubungan antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla. Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935.

Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo. Tahun 993 sampai 1019 suku Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian di tahun 1238, Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak akhirnya melakukan perjanjian damai.

Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi Sun-shin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari (Dinasti Qing).

Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Pada tahun 1895, Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang. Pada tahun 1905, Jepang memaksa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang dan pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea. Perjuangan rakyat Korea terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan. Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.

Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945, PBB membuat rencana administrasi bersama Uni Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan baru terbentuk: Korea demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis lintang 38 derajat. Pada 1950, Korea Utara menginvasi Korea Selatan yang dikenal dengan nama Perang Korea.

Korea Selatan

Republik Korea (Daehan Minguk: 대한민국); adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Laut Kuning di sebelah barat, Jepang berada di seberang Laut Jepang (disebut "Laut Timur" oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara. Korea Selatan dikenal dengan nama Hanguk (한국) oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (남조선) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul (서울).

peta korea selatan
Peta Korea Selatan

Penemuan arkeologis menunjukkan bahwa Semenanjung Korea telah didiami sejak Masa Paleolitik Awal. Sejarah Korea dimulai dari pembentukan Gojoseon pada 2333 SM. oleh Dan-gun. Setelah unifikasi Tiga Kerajaan Korea dibawah Silla pada 668 M, Korea menjadi satu dibawah Dinasti Goryeo dan Dinasti Joseon hingga akhir Kekaisaran Han Raya pada 1910 karena dianeksasi oleh Jepang. Setelah liberalisasi dan pendudukan oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir Perang Dunia II, Wilayah Korea akhirnya dibagi menjadi Korea Utara dan Korea Selatan.

bendera korsel taegukki
Bendera Korea Selatan (Taegukki)
Republik Korea Selatan
Motto널리 인간세상을 이롭게 하라 (홍익 인간)
Bawalah keuntungan kepada seluruh rakyat
Bendera KebangsaanTaegeukki
Lagu Kebangsaan
Aegukka (애국가)
Ibu KotaSeoul
Kota TerbesarSeoul
Bahasa ResmiBahasa Korea
PemerintahanRepublik
PresidenLee Myung Bak
(sejak 25 Februari 2008 - sekarang)
Perdana MenteriChung Un Chan
Hari Kemerdekaan15 Agustus 1948
Mata UangWon (KRW)
Kode Telepon+82